Senin, 14 Oktober 2013

AKU SAYANG ABEL KARNA ALLAH



Keluar dr jazz biru  iken,rebi,rina dan imbel masuk ke sebuah cafe tempat biasa mereka nongkrong sehabis  waktu sekolah berakhir. Seperti biasanya iken memesan minuman kesukaan nya sendiri dan rebi,rina dan imbel mengikutinya. “ ken, gimana kabar lo ama abel  baik kan ?” ucap rebi kepda iken. Iken adalah seorang gadis kecil yg tidak terlalu tinggi tetapi mempunyai wajah yang sangat imut dan mempunyai seorang cow bernama abel, seorang cow yang beda sekolah dan mempunyai wajah yang sangat manis dari keturunan arab, mereka berdua sudah pacaran kurang lebih 3 tahun. Mereka berdua sudah pacaran semenjak smp. “ gue sma abel baik kok ,tapi sekarang abel lagi sibuk sama futsal nya kan gue bete “ iken merenyut kepada temen-temen nya yang sibuk bersantai di sofa cafe,
Iken,rebi,rina dan imbel  adalah sekelompok gadis dari  sekolah yang sama dan mempunyai watak yang berbeda-beda iken adalah gadis yang kelihatan sangat  manja tetapi dia tegar dan kuat dan gadis yg sangat ceria, rebi adalah gadis yang manis tetapi mempunyai badan agak gendut  sifat nya yang mudah jatuh cinta menjadi sering di kecewakan oleh beberapa lelaki. Selanjutnya rina yang mempunyai sifat yang sangat egois dan mempuyai wajah yang cantik dan strktur tubuh yang bagus menjadikan dia seorang gadis yang bnyak di sukai oleh kaum adam di banding kita berempat rina lah yang sering menjadi target cow-cow.Terakhir imbel seorag gadis tinggi besar dan mempunyai wajah yang tidak  terlalu cantik,  imbel adalah gadis yang selalu dijadikan pelampiasan oleh teman-teman nya karna mempunyai badan yang gendut dan struktur tubuh yang tinggi besar sehingga iken, rebel dan rina sering menjadikan imbel pelampiasan. Mereka berempat berteman sejak kelas 1 sma , masuk ke kelas yang sma menjadikan mereka sangaat akrab dan di kenal oleh seluruh murid di sekolah karna mereka yang kemana- mana selalu berempat dengan memakai jazz biru kepunyaan iken. 
Jam sudah menunjuk kan pukul 4 mereka bersiap- siap untuk pulang kerumah “ ken buruan ini udah jam 4 ntar nyokap gue ngomel-ngomel lagi “, mereka berempat bersiap- siap untuk pulang kerumah masing- masing iken yang nyetir mengantar rebi, rina dan ibel ke rumah masing-masing seperti biasanya. Sesampai di rumah iken langsung masuk kamar dan langsung menjatuhkan badan nya ke kasur pink besar nya, iken pun terkapar beberapa saat kemudian. Kring..kring...kring telfon genggam iken pun berbunyi membangnkan tidur iken, diangkat nya telfon genggam nya ternyata abel,” ken,kmu dimana? Aku mau kerumah kamu, bentar lagi nyampe”, iyaa aku mau mandi dulu, ntar kalau udah nyampe langsung masuk aja di rumah ada bibi kok, aku mau mandi dlu, aku bru bangun tidur”. “ yaa udah klo gitu aku nunggu d mobil aja yaa” .” oke yaa sudah klo begitu”. Telfon pun  dimatikan, iken pun segera masuk ke kamar mandi dan mandi.. Beberapa saat kemudian telfon pun berdering kembali ternyat abel,” halo, aku udah di bawah buruaan “ iken  pun buru-buru kebawah tampa menyisir rambut nya terlebih dahulu. “ ayook masuk, liat ne rambut aku belum disisir berantakan banget kan “ . abel tersenyum sambil memegang kepala iken, sesekali melirik iken dengan wajah yang geli.  Mereka berdua pun jalan dan masuk kerumah iken,  abel duduk di kursi tamu yang selalu di tempatinya, “kamu mau minum apa? “ air putih dingin aja”. Iken pun segera kedapur untuk mengambil seglas air putih yang di minta abel.
Setelah segelas air putih di berikan kepada abel, iken pun melanjutkan menyisir rambut nya, setelah selesai mereka pun saling berbincang-bincang dan sesekali abel mengusili iken yang selalu menjawab dengan manja. Prilaku iken yang kelihatan manja itu lah yang selalu disenangi oleh abel.
“ keluar yuk, jalan-jalan sore” ucap abel kepada iken “ayuk,(dengan ekspresi yang sangat senang iken menjawab). Iken pun bersiap-siap untuk pergi, mobil abel pun mendarat dengen kecepatan yang tidak terlalu tinggi,menikmati jalan sore yang sudah satu minggu tidak dilewati mereka berdua karna kesibukan abel. Mereka berdua saling bercerita tentang aktifitas sehari- hari mereka. Sesekali abel membahas tentang hubungan mereka ber dua yang sudah menginjak 3 tahun. Mereka berdua adlah pasangan kekasih yang tidak terlalu mengumbar-umbar percintaan mereka berdua kepada orang lain, cukup mereka berdua yang tau, pasangn ini pacaran layak nya adek kakak dan kadang seperti temen dekat banyak orang yang iri melihat kedektan mereka berdua, jarang berntem dan selalu hangat.  Mereka yang tidak ber patokan ke masa depan dan mengikuti arah air mengalir.  Tidak terasa hari pun mulai gelap dan abel pun mengantar iken kerumah, sesampai nya di rumah “ ken, I LOVE YOU “ kata-kata yang selalu di ucapkan abel kepada iken,” I LOVE YOU TOO”  iken membalas kata-kata abel, abel pun mencium  kepala iken, mengakhiri malam pertemuan mereka.” Aku balik dlu yaa, “ iyaa, hati-hati di jaln  sayang” .
Iken masuk kerumah dan langsung duduk di ruang tv bersama mama dan papa nya saling bercengkrama membahas kegiatan iken di sekolah, “ ken gimana peljaran kamu di sekoalah bentar lagi ujian akhir semester, penentuan naik atau enggak nya kamu ke kelas 2 sekaligus menentukan jurusan,” aku pengen nya masuk jurusan ips aja mah,pah, aku lagi seneng-seneng nya belajar akuntansi ntar kalo kuliah aku ngambil jurusan akuntansi aja “. Jawab iken kepada  orang tuanya, orang tua iken adalah orang tua yg tidak terlalu memaksakan keinginan sendiri mereka lebih mementingkan kenyamanan anak-anak nya keluarga yang sangat harmonis mempunyai 3 orng anak dan iken adalah anak k2 dari tiga bersaudara tersebut. Kebebasan dan fasilitas yang di berikan orang tua iken tidak membuat iken lupa diri, dia anak yng tau batasan, dia bukan anak yng kurang perhatian.  Mungkin iken lah yang sangat beruntunga pada saat itu mempunyai orang tua yang perhtian, mempunyai saudara yang deket, mempunyai seorang cow yang sangat baik dan terakhir mempunyai temen-tmen yang care banget sama dia.
Hari demi hari sudah di lewati, ini lah saat nya ujian akhir sekolah untuk menentukan jurusn, dan kenaikan kelas 2, ujian berjlan 1 minggu iken,rebi, rina, dan imbel selalu belajar brsma walau belajar nya kadang masih bnyak ngomong dri pada belajar beginilah kita. Semingu pun selesai ujian pun berakhir tinggal menentukan pembagian lafor.  Dagdigdug perasaan mereka antara cemas dan takut. Orang tua pun masuk kekelas masing-masing untuk mengambil hasil kerja keras anak-anak nya.  Wajah imbel yang sangat terlihta cemas karna dia lah yang paling pemalas antara kami berempat.satu perstu orang tua pun keluar dari kelas di mualai dri orang tua rina, “gimana mah, nilai rina brpa? (sambil mengambil lafor dri tangan mama nya) rina tersenyum melihat nilai nya yang memuaskan mendapat peringkat 4 dan masuk ke jurusan ipa, rina yang tidak menyukai jurusan itu mengurus kepindahan jurusan  ke ips. Selanjutnya  keuar lah mama nya iken dan langsung memeluk iken walau nilai nya gag segede rina tapi iken naik kelas dan nilai-nilai nya yang tidak terlalu kecil dan masuk ke jurusan ips yang disukai ny, mama imbel dan rebi pun  jug keluar dengan wajah yang tidak tegang lagi. Kita berempat naik kelas “ yeyyyeyyeyeyyeyyeyy kita naik kelas, pesta di mulai lagi”.
Yang ada di pikiran mereka berempat adalah holiday, “ ayuk kita susun rencana untuk holiday ke bali.”  Orang tua mereka Cuma tertawa karna orang tua kami sudah tau kedekatan kami berempat.  Tetapi iken yang tidak terlalu senang karna belum mengetahui bagaimana hasil lafor dri abel. Iken langsug mengacak-acak tas nya untuk mencari telfon genggam nya, untuk menelfon abel.” Haloo, gimana hasil nya ? kmu naik? (dengan nada yang sangat penansaran iken bertanya)”.
menghembuskan nafas lega nya. Setelah mendengar jawaban abel iken pun mematikan telfon gengamnya. Perbincangan mereka pun dilanjutkan “ aku setuju klo kita holiday nya ke bali bawwa pasangan “ ucap iken kepada teman-teman nya” nah lo enak, punya abel, nah gue bwa sapa coba”. ucap ibel yang  masih bertahan jomblo sampai saat ini. ibel yang belum pernah pacaran serius menginginkan cow yang ngertiin dia tapi sampai saat ini mungkin belum. Berbalik dengan rina yang mempunyai banyak cow yang selalu gonta ganti pacaran tiap bulan nya tetapi sampai saat ini juga belum ada yang cocok.
Nasib percintaan rebi lah yang paling sadis di antara kita, dia yang cepat jatuh cinta membuat dia sering galau, sering nangis dan mendapati cow yang keren di luar bukan hati nya, yang sering buat rebi nangis.
Liburan mereka pun berjalan dengan lancar tetapi liburan Cuma berempat tampa cow masing-masing, bali pun menjadi holiday tahun ini setelah seminggu di bali iken merasa sangat –sngat kangen dengan abel yang di tinggal holiday. Tetapi abel yang mempunyai temen-temen dekat menghabiskan waktu nya untuk futsal dan bermain bilyard. Seminggu berlalu iken,rebi,rina,dan imbel pun pulang di bandara abel lah yang menjemput mereka. Dari jauh iken sudah melihat pacar nya dengan memakai kaos berwarana merah dan celana jeans pendek langsung memeluk dan mencium pipinya saking rindu nya “ sayang, gaa ketemu kamu seminggu serasa 1 thun gaa ktemu “ ucap iken kepada abel. Temen-tmen nya ngeledekin iken” mulai deh lebay nya hahah ” ucap temen-temen nya .
Abel memeluk iken sampai pelukan nya gaa lepas-lepas sampai parkiran mobil nya. Mereka masuk dan melanjuti perjalanan kerumah masing-masing. Sebelum sampai di rumah mereka berlima mencari tempat makan karna perut mereka yang sudah sangat kelaparan, abel pun mencari restoran terdekat dan memarkirkan mobil putih nya. Langsung masuk dan memesan makanan untuk menghilangkan rasa lapar mereka.  Setelah beberapa menit makanan pun datang dan mereka  melahapnya.
Perut yang sudah terisi di lanjutkan dengan duduk santai di restoran membawa mereka kedalam jam yang sudah memasuki ashar merekapun bergegas untuk kembali ke mobil melanjutkan perjalanan mereka. Abel mengantarkan temen-temen iken ke rumah masing-masing dan terakhir abel mengantar iken ke rumah nya dan menolong iken mengangkat barang bawaan dan oleh-oleh nya. Sesampai di rumah abel dan iken pun di sambut oleh orang tua nya “ gimana holiday nya? Menyenangkan “. “ sangat menyenangkan pah. Aku seneng banget tapi sayang nya abel gag ikut.” Ucap iken kepada papa nya. Papa mama iken jug sudah mengenal abel lama dan sudah menyetujui mereka pacaran malahan mama papa nya sayang sekali  dengan abel,karna sifat abel yang baik dan gaa banyak omong.
Malam pun sudah larut abel pun minta izin kepada mama papa untuk pulang kerumah nya “mah,pah, abel pulang dlu yaa”. Iken mengantar ibel kedepan mobil nya, seperti biasa kata-kata yang selalu di ucapan sebelum pergi “I LOVE YOU SYG” sambil mengecup bibir iken.  Abel dan mobil nya pun berlalu, iken pun langsung masuk ke rumah dan berbagi cerita dengan mama papa nya. Melihat anak nya yang sangat gembira sehabis liburan orang tua nya juga senang. “ ke kamr sana, tidur besok kan mau masuk sekolah, awal masuk ke kelas 2, “ okeh maah siaap”. Ucap iken kepada mama nya dan mencium pipi kedua mama papa nya.
Malam pun berlalu, pagi seninpun datang, alaram jam iken pu berbunyi membangun kan dia dalam tidur nyenyak nya tidak terasa sekolah pun sudah menunggu iken berangkat sekolah dengan mengeluarkan jazz biru dari garasi rumah nya iken yang  menyetir maobil jazz nya dengan tidak terlalu ngebut , mengantarkan dia sampai ke sekolah dengan tidak terburu-buru. Rebi, rina dan imbel sudah menunggu dia di depan gerbang sekolah, seperti biasa dia masuk bersama melihat gerombolan anak-anak yang melihat kelas baru. Mereka berempat juga melihat kerumunan tersebut terlihat  ada wajah kecewa dari mereka, mereka berempat tidak satu kelas lagi terpisah-pisah.” Aahhhh sebell deh, gaa satu kelas sama kalian “. Ucap iken “ gue jga tau(rebi.rina da imbel menjawab dgn wajah yang cemberut). “Tapi mau gimana lagi keputusan udah di buat oleh sekolah kita ga bisa berbuat apa-apa lagi kita hrus nerimanya “.
Pelajaran di kelas baru sudah di mulai mereka masuk ke kelas masing-masing dengan wajah yang agak cemberut iken melihat isi kelas yang mayoritas isi nya orang-orang yang tidak menyenangkan , di ambil  hp nya nya dan iken pun langsung sms abel. “ sayang kelas baru aku orang-orang nya pada gaa enak semua, aku ga sekelas sama rebi.rina sama imbel. Sedih deh”. Dan beberapa saaat pun abel langsng menelfon iken. “ gaa papa sayang, knapa sih sedih kalo kamu kelas nya itu2 aja kapan kmu punya temen-temen baru, gaa usah di pusingin  yaa, kalo istirahat kmu kan msih bisa ssama temen-temen kamu, ntar pulang sekolah aku jemput yaa”. “ iyaa syang, gaa sedih lagi kok, makasih sayng, yaaah, aku nyetir sendiri syang aku bawa mobil gmna mau jemput”.  “yaa udah deh syang, ntar sore aja aku kerumah kamu yaa,kmau nyetir nya jangan ngebut2 yaa, jangan lupa makan juga”. “ iyaa syang kamu juga yaa, nyetirnya juga jangan ngebut2 sma jangan lupa makan , dadah syang , emuuuahhh”
Bel tanda pelajaran berakhir pun selesai semua murid bergegas untuk pulang ke rumah masing- masing hari ini iken,rebi,rina dan imbel berencana untuk nongkrong di tempat biasa sambil bercerita kondisi kelas baru mereka. “kelas gue pada gag enak semua”, “ sma bagt ken,”. Bercerita sambil menikmati suguhan kentang goreng yang di suguhi pelayan mereka berempat larut kedalam ceritanya.  Iken terlihat buru-buru “ lo knpa ken, mau buru-buru balik”. “ iya ni, gue udah janjian sama abel”. “ yaa udah klo gitu lo dluan balik aja, ntar kita pulang naik angkt aja”.” Bener ne gaa pa(iken merasa nyesel bgt udah ninggalin temen-temn nya)”.” Iyaa gaa papa seloow ken “. Ucap temen-temen nya.
Masuk kedalam mobil biru nya iken langsung tancap gas kerumah, dan bersiap-siap utuk bertemu sang pujaan hatinya ABEL . beberapa saat kemudian abel pun datang d rumah iken.abel pun mengajak iken keluar dengan menggunakan sepeda motor,jarang-jarang sih abel ngajakin iken jalan memakai sepeda motor, biasanya mereka berdua menggunakan mobil untuk jaln, tetapi hari ini berbeda, sore itu langit cerah abel membawa iken ke sebuah tempat dimana banyak sawah dan pemandangan yang sangat asri, membuat mata seaakan lebih cerah dan otak yang lebih segar. “ kamu suka tempat ini”.” suka banget syang, kamu emang bisa buat aku senang(sambil memeluk abel).  Mereka melanjutkan perjalanan dengan tangan yang memeluk pinggang abel. Mereka berdua sangat menikmati perjalanan mereka hari ini. malam pun datang mereka mencari tempat dimana mereka bisa makan malam berdua.
Setelah makan malam pun selesai, abel pun mengantar iken ke rumah dengan memakai kan jaket kepunyaan nya ke badan iken agar iken tidak kedinginan, terlihat betapa sayang nya abel kepada iken selalu menjaga iken dan membuat bahagia iken kalo berada di samping nya. Malam itu iken merasa sangat nyaman berada di dekat abel, begitupan abel, sesampainya di rumah abel mengantar iken smpai depan rumah, dan berpamitan kepada mama papa untuk pulng ke rumah.
hari pun berlalu dan tidak ada yang spesial dari mereka lagi, kehidupan asmaranya pun mulai hambar dan goyah karna temen-teman abel yang membawa pengaruh buruk kepadanya membuat iken marah kepada abel, abel yang tak mau temen-temen nya di salah kan merasa sangat marah kepada iken dan sangat dingin akhir-akhir ini kepada iken, jarang komunikasi dan jarang kerumah membuat perasaaan iken bercampur baur dan pada saat itu pula masalah dari temen- temen iken pun muncul rebi yang sibuk dengan kegiatan extrakulikulernya tidak pernah mau tau dengan keadaan iken yang sedang butuh teman, rina yang saat itu sedang sibuk dengan pacar baru yang dianggap nya sudah cocok buat dia melupakan teman-teman nya dan imbel juga sibuk dengan kegiatan nya. Seakan hidup yang sempurna dulu sudah tidak ada,iken yang kemana-mana menghabiskan waktu sendiri, bahkan tempat nongkrong yang biasanya di duduki mereka berempt sekarng hanya iken sendiri yang mendudukinya.
“temen-temen nya mana mbak, (seorang pelayan menanyakan temen-temen iken) iken hanya tersenyum kepada pelayan tersebut tidak mau banyak berbicara, menikmati kesendiriannya di cafe tersebut. Menghabiskan waktu sendiri bahkan pergi ke tempat yang sangat bersejarah  buat abel dan iken pun dilakukun sendiri tanpa abel. Larut denagn keindahan alam iken masuk lagi ke mobil dan menyetel lagu yang agak melow, membawa iken ke dalam sebuah luka yang sangat dalam, dan tangis nya pun pecah sambil menyetir iken pun mengelurkan kekecewaan nya dengan tangisan yang tak berhenti sampai masuk ke garasi rumah nya , iken langsung masuk kamar tanpa menyapa satu orang pun yang ada di dalam rumah nya tersebut.
Iken melanjutkan tangisan nya sampai dia bener-benar tenang dan langsung mengambil keputusan untuk berpisah dari abel, di ambil nya hp nya dan di ketik nya sms yang berisi “ terlalu lama kamu diamin aku, udah saat nya juga aku ngambil keputuusan buat putus dari kamu, maaf sebelum nya tapi aku juga gaa bisa kayak gini terus, jalanin hubungan tanpa komunikasi yang gak jelas,” abel pun langsung menelfon, “ aku diemin kamu biar kamu bisa introspeksi diri dan jangan nyalahin temen-temen aku lagi, gaa setiap saat aku bisa sama kamu terus, aku kan juga perlu sama temen-temen aku. Dlu waktu kamu sibuk sma temen-temen kmu aku ngerti kan, tapi kenapa sekarang kamu ga bisa ngertiin aku”. Iken Cuma bisa diam dan tangisan nya pun pecah kembali. “ kamu ga ngerti kalo sekarang aku butuh  sama kamu teman-teman aku udah sibuk sama kegiatan sendri-sendiri salah kalau aku pengen sama-sama  kamu trus?” ucap iken kepada abel, abel Cuma bisa diam dan beberapa saat kemudian abel dan iken memutuskan untuk nenangin diri masing-masing.
Tujuh hari waktu yang di jadikan waktu intropeksi diri buat mereka, tetapi waktu tujuh hari itu tidak  membuah kan hasil yang bagus mereka sama-sama tidak bisa ngendaliin emosi mereka.Mereka berdua bertemu dan memutuskan untuk jalan masing- masing “ ken, 7 hari udah aku pikir-pikir buat hubungan kita tapi nihil emang kita yang ga bisa sama-sama lagi. Kita harus jalan sendiri-sendiri. “iyaa aku juga ngerasa gitu bel, kita emang udah gak bisa sama-sama seperti dulu lagi mulai saat ini kita jalan sendiri-sendiri”.  Suasana pun berubah menjadi dingin dan iken pun pamit kepada abel untuk pulang duluan. Masuk ke jazz nya dan seakan pengen teriak sekencng-kencangnya tapi dia gak boleh terlihat lemah d depan abel. Seteleh meninggal kan abel dan mobil putih nya iken pun memecah kan tangisannya dan tak berhenti menangis, kecewa, dan sangat kecewa itu lah yang dirasakan iken saat itu.
Besok masih ada kegiatan sekolah, iken Cuma sendiri, teman-teman nya tidak mengetahui bagaimana dia dengan abel saat ini. iken terlihat sangat sedih tidak ada wajah ceria di wajah nya Cuma sesekali tersenyum kepada orang-orang yang lewat di depan nya. Seakan hidup nya berhenti di sini, tidak ada semangat hidup buat dia lagi, bener-bener rapuh. Orang yang menjadi warna-warni hidup nya satu persatu sudah pergi
Tiap hari di lalui nya sendiri sesekali rebi,rina dan imbel bersama nya tapi Cuma makan siang bareng tidak pernah nongkrong bersama lagi. Cuma mobil biru nya yang selalu bersam nya mengantar kan nya ketempat yang membuat dia nyaman walau pergi sendiri tanpa seorang pun yang mau menemaninya. Kelas 2 juga bakalan berakhir iken bakalan naik kekelas 3 dan sebentar lagi melanjuti sekolah nya ke universtas yang dia inginkan. Iken ingin sekali melanjuti sekolah ke luar sumatra dan memilih universitas di daerah ibukota. Abel juga memilih keluar dari sumatra dan memilih universitas d daerah jawa barat.
Waktu seakan berjalan dengan sangat cepat, iken dan abel sudah menginjak waktu 1 thn tidak bersama-sama lagi, tapi iken masih tetap bertahan dengan status jomblo nya, namun abel sudah beberapa kali menjalin hubungan dengan orang lain, mungkin begitulah cara abel melampias kan kekecewaan nya kepada iken, tetapi saat ini iken lebih mendekatkan diri kepada ALLAH S.W.T mungkin dengan cara itulah iken bisa tenang dan ikhlas jauh dari abel. Sampai saat ini iken pun masih mencoba buat ikhlas, belajar buat lebih dewasa
Mulai kehidupan baru lagi d universitas masing-masing iken, abel, rebi,rina dan imbel mereka semua berpisah, dan komunikasi mereka pun sudah lost. Iken melanjutkan ke universitas yang dia inginkan begitu juga dengan abel. Merasakan kehidupan yang berubah dengan kehidupan di sma dan semua fasilitas yang sudah tidak ada lagi, naik turun angkot setiap hari dilakukan oleh iken. Perubahan yang sangat berarti dirasakan oleh iken, sedikit demi sedikit luka akan kehilangan abel sudah mulai tertutupi dengan kegiatan-kegiatan yang membawa pengaruh baik kepada iken ikut bersosialisasi , kursus dan sesekali iken membuat sebuah cerita. Bayang-bayang abel sesekali sudah bisa dilupakan iken.
Kegiatan iken yang sangat padat seakan melupakan akan penting nya pasangan hidup dalam hidup nya sendiri, tidak pernah berpikiran untuk mencari pengganti abel, namun sudah banyak yang mencoba untuk mendekati nya tetapi iken tak peduli sama sekali. Dan akhir-akhir ini kesehatan iken pun mulai menurun karna kegitan yang terlalu padat dan pola makan yang tidak menyebabkan penyakit  nya kambuh lagi. Sesekali iken merasakan sesak nafas dan tidur yang tidak nyenyak lagi, tapi iken tidak memperdulikan kesehatan nya tersebut membiarkan nya dan sesekali membeli obat-obat di apotik tanpa resep dokter.
Pemikiran iken yang lebih dewasa dan lebih tenang saat ini menjadikan dia lebih tenang menghadapi keadaan hidup nya sekarang, jauh dari orang tua membuat dia lebih tegar dan dapat memilih teman yang bener-bener baik. Kedekatan nya dengan allah dan orang tua nya juga menjadi faktor utama iken merasa nyaman, walau jauh tapi iken merasa  bahagia dengan kehidupan dia sekarang, tidak mengeluh dan belajar ikhlas, belajar bersabar dan terima takdir allah, kita sebagai manusia Cuma bisa berdoa, bertawakal , dan berusha semampu kita. “ SETELAH HUJAN PASTI ADA PELANGI” .
Namun karna keikhlasan iken yang patut di acungin jempol membuat allah sayang dia dan mengambil iken terlalu cepat, tidak mau berlama- lama di dunia ini. iken yang tidak memperduliakan penyakitnya dahulu sekarang penyakit itu lah yang merengut nyawanya. Penyakit yang tidak saeorang pun yang tau bahkan orang tua iken pun tidak mengetahuinya ternyata setelah di periksa yang membut kematian iken itu adalah penyakit  kanker hati yang sudah tidak bisa tertolong lagi, nyawa iken pun tidak bisa tertolong lagi, iken pun di bwa ke rumah untuk di semayamkan, terlihat banyak temen nya yang berada di situ. Rebi,rina dan imbel berada di barisan pertama terlihat wajah sedih karna temen yang sangat ceria dlu tidak ada lagi di dunia ini, seakan semua larut kedalam kesedihan kehilangan iken, namun 1 yang tidak tampak di pemakaman iken yaitu  ABEL, seorang cow yang bener-benar di sayangi iken sampai hembus nafas terakhirnya  tidak hadir di pemakaman nya, tidak tau karna alasan apa tapi yang jelas dia tidak  berda di pemakaman tersebut.
Kenangan  iken masih terlihat jelas di rumah nya foto-foto iken yang sangat ceria  Cuma tinggal kenangan, mobil biru yang selalu digunakan iken Cuma tersimpan di garasi rumah nya tidak ada yang berani menggunakn nya karna itu salah satu barang iken yang paling di sayngi nya dan yang menemaninya di saat dia sedih dan bahagia. Wajah ceria iken yang dulu selalu hadir di tengah keluarga dan teman-teman nya sekarang hanya jadi kenangan manis yang tak mungkin bisa terulang kembali. hanya bayang-bayang iken yang tertinggal saat ini.
Penyesaln terdalam yang di rasakan abel karna sudah menyianyiakan iken yg jeles-jelas seseorang yg bener-bener tulus sayang dan cinta kepada abeel itu lah alasan abel tidak tampak pada saat pemakaman iken.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar